NYANYI SEPI

belum cukupkan air mata itu menjadi bukti, kalau awan mendung benar-benar menggelayuti hati?
walaupun wajah dan senyum ini mengguratkan keadaan yang wajar-wajar saja, cobalah melihat tidak hanya fisik semata akan tetapi sekaligus dengan kewajarannya, kau akan menemukan kebenaran yang bersemayam dibilik hati yang paling sunyi. cobalah menembusnya maka kau akan menemukan kesejatian yang meringkuk, ringkih dalam tempatnya yang alpa.

nyanyi sepi
aku senandungkan dari kedalaman jiwa yang resah
menjelma irama yang getir
maujud dalam gerak yang tragis.

kisah perjalanan pencarian
tanpa muara dan kepastian
aku tulis dalam kalimat yang menggetarkan
tiap perasaan yang berhasil membacanya.

nyanyi sepi
tunggulah, aku akan menjadikanmu gerak yang eksotis
aku senandungkan bersama hati yang miris.

0 comments:

Posting Komentar | Feed

Posting Komentar



 

Aksara Berdarah Copyright © 2009 REDHAT Dashboard Designed by SAER