Amor Fati, Amor Fati, Amor Fati
Terlafaskan tiap penghujung malam
Bukan diatas sajadah;
Tidak dalam masjid, pure atau gereja
Dalam ceruk gua; simfoni air menghujam bebatuan
Keduanya intim; ekstase kesepian
Mengoyak langit; kilatan matamu meradang
Amor Fati, Amor Fati, Amor Fati
Dialah kekasihku; sebenar-benarnya kekasih
Sejak sekarang; selalu menjadi dan baru
Bukan wujud; wadak; atau badaniyah
Tapi “sesuatu” essensial dan transendental
Kecantikan angin
Keindahan semilir
Dan perenungan malam
Ejahwantah dalam diri….nya
Amor Fati, Amor Fati, Amor Fati
Ejah hati menjelang senja
Untuk manusia
Untuk cinta
Manusia cinta
Dan –cinta—dalam dirinya
Mewujud cintaku
Kekasihku
Kekasihku
Amor Fati; Amor Fati

0 comments: