kuremajakan kelam
ku pahat sosok senyum malam
bibir perempuan seindah pualam
tapi sayang
orang bodoh menyembahnya
laiknya berhala
karena cukuplah bagiku setangkai bunga kecil yang kupetik dari taman langit, selebihnya bunga yang mudah layu dan beku walau indah dan menggoda.
Aksara Berdarah Copyright © 2009 REDHAT Dashboard Designed by SAER
0 comments: