HANYA SEBONGKAH KATA

Angin mengayun lembut jejaring laba
Isyaratkan bayangan kelam di lantai kusam
Debu bercumbu, beranak pinak pada kain kelambu
Dalam rumah tua; berdinding anyaman wajah ibu bapakku
Kamarku, dengan penuh deretan buku
Muram, lama tak terbuka, tak terjamah dan tak terbaca
Aku tinggalkan begitu saja
Menantang jaman yang mencipta aku papa

Piatu menghias wajahku
Yatim melukis kesendirianku

Rumah tua dengan sepasang pusara muda
Adalah sebongkah kata terpahat ditengah nisan yang tiris
Saat malam, dia bercerita pada ilalang
Pada liat terbekam akar serabut rumput
Pada teriakan pilu yang menghujam batu

Sebongkah kata
aku panggul semakin menjauh dari pusara
Sisa kasih seorang yang mati
Seorang yang terus mencintai
Tak pernah berhenti, terus memberi

Sebongkah kata
Bukan abjad yang terbaca
Hanya setangkup kerinduan pada nyala
Pada rumah tua dengan sepasang pusara muda

Sebongkah kata
Adalah do'a yang ku wirid bersama air mata
Pada orang tuaku
Ibu bapakku

Sebongkah kata
Adalah makna salam sejahtera
Dari seluruh penghuni alam semesta

0 comments:

Posting Komentar | Feed

Posting Komentar



 

Aksara Berdarah Copyright © 2009 REDHAT Dashboard Designed by SAER