Dua wajah; satu menggurit luka, yang lainnya menyelam air mata satu menghiba, yang lainnya menyulam duka satu meronta, yang lainnya menari bersama purnama
dan aku,.. berlari kesana-kemari mustahil sembunyi kecuali mati.
harga yang pantas untuk cinta yang kembali meretas
saya tidak punya apa-apa untuk diceritakan, tapi saya punya banyak bahan untuk saya tuliskan,
karena itu kritik dan sharing selalu saya nantikan, tidak hanya untuk perbaikan isi dan substansi tulisan juga untuk perbaikan diri pribadi,..
salam
0 comments: