MALAM JAHANAM

pintu kamarku berderit lirih
ku pergok bayangan resah dibawah ruas kaca jendela
samar wajah kusam tercetak dipenghujung malam
bertafakur, senyap dan kudus memenuhi asap dupa
berganti wangi kasturi

nyanyi sunyi dari hati yang luka
menulis mimpi, melukis harapan yang lelah
tersemai dari pribadi yang lupa dan alpa
limbung ibarat tarian memutar penuh kegaiban
bukan sema', jalan cinta sang sufi menembus mata Tuhan

dalam gelap, mataku tergeletar
jiwaku terikat kuat dari ritus dunia

maut senandungkan lagu kematian
dan aku ketakutan
sungguh!!


sema'-->tarian maulawiyah; gerakannya memutar dengan sebelah tangan menghadap keatas.

0 comments:

Posting Komentar | Feed

Posting Komentar



 

Aksara Berdarah Copyright © 2009 REDHAT Dashboard Designed by SAER