kekasihku
aku pamit dulu; menunggang awan bersayap bianglala
menembus celah langit yang masih perawan
melewati suramnya bayang-bayang
menuju gerbang surga, yang masih sepi belum berpenghuni
membaca mitos tujuh bidadari
sembari berimajinasi berbareng digagahi
puncak kenikmatan manusia yang masih diperbudak diri
kaum hawa seolah menjelma lukisan paling indah
tak ada dalam kamus, bidadari adalah pria
kalau begitu dimana tempat tinggalnya?
jangan bilang dineraka,...
apakah benar ini surga?
dangan gemericik kolam susu didalamnya
pelepas dahaga, tenggorokan yang disembelih padang sahara
tapi aku tidak suka susu
aku juga tidak mau surga kalau begitu
baiknya aku kembali ke dunia
karena tidak ada bedanya
dan kitab suci?
hanya selembar kertas putih
untuk bersuci dan berserah diri
hanya itu tidak lebih
kekasihku
maaf, aku harus selingkuh
dengan tujuh bidadari yang jelas bukan kamu
dan cinta
ahh!!
hanya permainan kata-kata rendah
yang hanya ditemui didunia, bukan di surga
tercetak jelas ditempurung manusia gila

0 comments: