PERIH

Sajak ini ku tulis sembari berpeluh,
kertas kusam yang kelabu dan sebentar
menjadi abu
pena tanpa jubah, hanya ujung runcingnya
mencoret resah
tanganku menggeletar, dalam cahaya suram kamar

seutas sinar meradang celah genting,
menggayuh mataku yang kian nanar
menerobos dada,
degup jantung,
menafsiri hati

perih,..

tanpa darah, mustahil ada luka
tak tampak racun, jelaslah tak perlu pemunah

perih,..

0 comments:

Posting Komentar | Feed

Posting Komentar



 

Aksara Berdarah Copyright © 2009 REDHAT Dashboard Designed by SAER