SAYANG

sayang
malam memaksa mengayuh kaki dengan jiwa kosong dan sunyi
menyusuri garis2 pekat yang tenggelam bersama perih
penyair murung gontai dengan tubuh dan perasaan membusuk
terus melawan wajah sayu yang sebentar remuk

tak lupa mengaitkan wajah seolah gemintang
pd pucuk pohonan yang ringkih sebentar tumbang

sayang
aku juga punya mimpi, rapi tersimpan di saku kiri
biarlah menjadi harapan terahir sebelum selembar nyawa ini lari

0 comments:

Posting Komentar | Feed

Posting Komentar



 

Aksara Berdarah Copyright © 2009 REDHAT Dashboard Designed by SAER