sayang malam memaksa mengayuh kaki dengan jiwa kosong dan sunyi menyusuri garis2 pekat yang tenggelam bersama perih penyair murung gontai dengan tubuh dan perasaan membusuk terus melawan wajah sayu yang sebentar remuk tak lupa mengaitkan wajah seolah gemintang pd pucuk pohonan yang ringkih sebentar tumbang
sayang aku juga punya mimpi, rapi tersimpan di saku kiri biarlah menjadi harapan terahir sebelum selembar nyawa ini lari
saya tidak punya apa-apa untuk diceritakan, tapi saya punya banyak bahan untuk saya tuliskan,
karena itu kritik dan sharing selalu saya nantikan, tidak hanya untuk perbaikan isi dan substansi tulisan juga untuk perbaikan diri pribadi,..
salam
0 comments: