awan menggurit selembar bulan
hanya tinggal sebagian
sisanya dicampakkan ke comberan
biarlah
kerat separuhnya
aku rebut dari langit segera
aku pahat menjadi cermin-kaca
diam2 aku taruh disudut kamarmu
menemanimu ibaratnya aku
keluh kesahlah padanya jika kecewa
menangislah didepannya saat berduka
tapi
jangan kau menghardik
apalagi melempari amarah hati
tentu dia segera retak
pecah-musnah berderai
*selembar bulan itu adalah aku*

0 comments: