aku sapa engkau dengan nyala rasa meliuk resah ditiup angin senja dari celah jendela berdegup jantung,amelawan denting kata kau sauhkan di ujung cakrawala
bukankah kemarin malam telah aku tuliskan sajak selamat tinggal? sisa coretanya masih membekas di atas kertas kemudian aku gantungkan di atas langit berwajah pucat mewarnainya dengan darah janji dan semangat lelaki
selamat tinggal, jangan berduka karena aku terhempas air mata
saya tidak punya apa-apa untuk diceritakan, tapi saya punya banyak bahan untuk saya tuliskan,
karena itu kritik dan sharing selalu saya nantikan, tidak hanya untuk perbaikan isi dan substansi tulisan juga untuk perbaikan diri pribadi,..
salam
0 comments: