selamat pagi surabaya saat embunmu meringkik di trotoar jalan kota kabutmu terhempas sisa panas aspal kemarin lusa sebelum surya kemuning membelai, merengkuhnya dengan mesra
hanya tertinggal gemelantung, di sudut bibir bertengger di pojok mata, anak-anak jalanan yang masih meringkuk memeluk kedua kaki, didekap dingin dan debu yang kelabu.
selamat pagi surabaya kotaku yang menawar canda, maut dan duka.
saya tidak punya apa-apa untuk diceritakan, tapi saya punya banyak bahan untuk saya tuliskan,
karena itu kritik dan sharing selalu saya nantikan, tidak hanya untuk perbaikan isi dan substansi tulisan juga untuk perbaikan diri pribadi,..
salam
0 comments: