beberapa minggu yang lalu, ada seoarang teman minta sharing tentang thesisnya (karena dalam beberapa hari, dia akan melakukan ujian thesis). kita duduk dan berbincang dengan santai di warung lesehan ketintang,menikmati kopi dan beberapa telur puyuh,setelah agak lama dia bercerita (lebih tepatnya menguraikan tentang isi thesisnya),tiba-tiba dengan ekspresi yang serius melebihi saat dia bercerita tentang isi thesisnya, dia bilang, kalau dia kemarin seharian menyenangkan beberapa anak yatim,terus terang aku terperangah mendengar pengakuannya, kemudian dia melanjutkan ceritanya, dia melakukan demikian agar si anak yatim (yang seharian itu) senang, ceria dan bahagia, dengan begitu teman aku bisa minta tolong untuk mendo'akan keberhasilannya selama menempuh ujian thesis.
aku hanya diam.
aku berfikir ulang, apakah memang benar-benar Gusti Allah mampu dirayu dan ditipu dengan keculasan seperti itu, seperti abu nawas juga melakukannya, bahkan diwujudkan dalam do'a yang banyak kita dengar teks verbalnya? entahlah, aku juga bingung dibuatnya, karena Tuhan sendiri seolah haus akan pujian dan rayuan semacam itu, tapi baiklah persoalan ini nanti dibicarakan dikesempatan yang lain.
persoalan semacam ini juga telah menjadi perdebatan dengan senior (kebetulan kita mendiskusikannya di depan sanggar teater kita) aku saat itu, pun demikian adanya bahkan ditambah dengan penjelasan yang membuat aku semakin terperangah, "anak yatim" katanya "bisa difungsikan selain merayu Tuhan juga mampu menjaga harta kekayaan, juga sekaligus melipatgandakannya, makanya orang-orang kaya yang sedikit banyak paham wacana agamanya selalu memelihara beberapa anak yatim, dengan niat semacam diatas"
pertanyaanku hanya satu saat itu, apakah perbuatan baik dengan niat berbuat baik apakah bisa disebut kebaikan??? kenapa sungguh teramat sangat susah melakukan sesatu apapun itu (termasuk berbuat baik) dengan wajar-wajar saja, toh menurut aku semua kebaikan itu akan selalu diakumulasi bahkan dengan bonus yang bisa melebihi nilai kebaikan itu sendiri?
dan Tuhan tidak buta

0 comments: